indoglobenews.com - Portal Berita Indonesia

RSIA ASSALAM MENOLAK BPJS

Kesehatan10 September 2018indoglobe 822

indoglobenews indoglobenews

RSIA ASSALAM MENOLAK BPJS

Bogor Indoglobenews.com

Kehawatiran pasien Rumah Sakit sungguh nyata dengan adanya acuan BPJS.lagi lagi penolakan terjadi kepada peserta BPJS yang kerap sekali penolakan dan sepelekan pelayanan.seperti halnya RSIA ASSALAM Nangewer Bogor menolak tegas kepada pasien.penolakan ini sama halnya menentang program Presiden yang sudah diwajibkan masyarakatnya untuk ber BPJS.

Komplen keluarga pasien  atas nama Nenih kp Nangerang Rt002/004 Desa Nangerang Kec.Tajur Halang Kab.Bogor rujukan bidan HERLINA ke RSIA Assalam menolak BPJS dan langsung meminta deposit 50% dari anggaran Rp 8jt. *saya bingung harus kemana mencari uang dalam keadaan terdesak harus mencari uang Rp4juta.sementara uang dikantong sy cuma ada Rp200rb.tp alhamdulillah berkat bantuan teman teman saya sehingga saya bisa mengumpulkan uang Rp4jt sesuai permintaan Rumah sakit,yang penting nyawa dulu diselamatkan* keluhan suami Nenih.bogor 3/9/2018.

Komplen pasien gaungnya terdengar oleh pengurus BPJS sehingga menimbulkan kehawatiran pihak rumah sakit.mediasi via whatsapp pun berjalan dengan bidan rujuk untuk mengklaripikasi nada sumbang yang ada. Pihak Rumah Sakit menolak BPJS dengan alibi bahwa klaimnya lama.

Hasil konfirmasi awak media kepada pihak rumah sakit yang tidak mau disebutkan namanya _BPJS klaimnya lama sehingga kami kesulitan,maka dari itu kami menolak atau tidak menerima pasien bpjs pertanggal 1 september 2018.kami tidak memaksa tapi bila pasien mau diedukasi ketempat lain silahkan yang mau menerima BPJS_ paparnya.

Deposit diberlakukan dan pelayanan tidak maksimal sehingga berpengaruh buruk terhadap kepuasan pasien.

Dalam pasal 47 ayat(1) peraturan BPJS 1/2014 menyebutkan setiap peserta jaminan kesehatan berhak memperoleh pelayanan kesehatan,yang mencangkup pelayanan promotif,preventif,kuratif dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai kebutuhan medis yang diperlukan.

Pimpinan fasilitas pelayanan kesehan dan atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerja pada pelayanan kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama kepada pasien yang dalam keadaan gawat darurat sebagaimana dalam pasal 32 ayat (2) atau pasal 85 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara 2tahun dan denda paling banyak Rp200jt.dan pada ayat (1) mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian pimpinan fasilitas pelayanan kedehatan dan/atau tenaga kesehatan tersebut dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun denda paling banyak Rp 1milyar

Oknum Rumah Sakit sering terjadi yang tentunya mengerucut kepada tanggung jawab owner.pendidikan,pelatihan juga breving terhadap pengurus Rumah Sakit tentunya diterapkan dengan berpedoman kepada UU Kementrian Kesehatan yang sudah diterapkan,dipatuhi dan harus dilaksanakan.pengurus IPSM(Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat) mengharapkan sosial kontrol masyarakat dan komplen pasien dapat diterima oleh pejabat publik untuk mendapat keadilan dan kenyaman....Eva



Warga Bojonggenteng Menderita Tumor Di Punggung Selama 13 Tahun.
Sukabumi, Indoglobenews.comBojonggenteng Sukabumi Selasa Maret 2019 Camat Bojonggenteng...
Maraknya Mantri Praktek bagaikan Dokter di Kota dan Kabupaten Sukabumi
Sukabumi, indoglobenews.com - Berdasarkan temuan indoglobenews di lapangan, bahwa di wilayah Kota...
Diduga Proyek Perkimsih Pekerjakan Anak Dibawah Umur.
Sukabumi Indoglobenews.com - Diduga proyek yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah...